Total Tayangan Halaman

Minggu, 31 Mei 2020

7 Tips Menjadi Lebih Dekat dengan Impian Mu

     
       Semua Kita punya mimpi. Impian yang tinggi dan tenntunya ingin kita raih. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan mimpi itu menjadi kenyataan. Salah satu Tipsnya sebagai berikut :

1. Percaya dengan Impian mu, dengan terus positif thingking bahwa kamu pasti bisa meraihnya.

2. Visualisasikan Impian mu kedalam sebuah Kertas atau Buku. Baiknya kamu buat sebuah Dreams Book, dan tuliskan disana berbagai macam mimpi kamu secara detail, semakim detai semakin bagus, lebih Mantap lagi jika menyuguhkan gambar yang menggambarkan mimpi mu buku itu.

3. Mulai lah list hal-hal yang bisa kamu lakukan ( Misi Meraih Mimpi mu) untuk membantu kamu mendekat ke impian kamu. contoh nya jika ingin menjadi pelukis yang handal, kamu mulailah dengan belajar melukis dan menambah wawasan kamu tentang lukisan. (Bisa kamu Tulis di dalam Dreams Book sebagai bagian impian kecil kamu)

          4.  Berikan target pencapaian setiap minggu atau setiap bulannya. 

5. Rajin-rajinlah menvisualisasikan impian-impian yang ingin kamu gapai, dengan berulang-  ulang membaca nya di Dreams Book kamu.

6.  Tunjukkan kepada teman dekat, sahabat ataupun keluarga mu. Persilahkan mereka membaca apa yang menjadi Imian mu, lalu untuk membuat mu lebih percaya diri, minta mereka menanda tangani bagian yang teah mereka baca. Hal ini membantu kamu berdoa, bahwa setiap ada yang baca mereka pun akan mengaaminkan impian mu untuk terwujud. 

7. Tips terakhir adalah Tetap semangat dan Pantang Menyerah, Teruslah berdiri lagi setelah jatuh berkali-kalipun.  Lelah boleh, jenuh boleh putus asa gak papa, istirahat juga boleh tapi jangan nyerah, ingat kamu punya mimpi yang harus kamu raih, semustahil apapun itu, kalau kamu selalu melakukan hal-hal yang mengarahkan kamu kepada mimpi mu, dan disiplin akan itu, maka kamu sudah semakin dekat dengan impian mu. 


_SEMOGA BERMANFAAT _

Sabtu, 30 Mei 2020

Pengelolaan Kelas dalam Tata Ruang Dan Organisasi Kelas



1) Penataan Ruang dan Lingkungan Belajar
      
       A.    Penataan Ruang Belajar
           Menciptakan suasana belajar yang menggairahkan, perlu memperhatikan pengaturan/ penataan ruang kelas atau ruang belajar. Penyusunan dan pengaturan ruang belajar hendaknya memungkinkan anak didik duduk berkelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa. Dalam pengaturan runag belajar, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

1)      Ukuran dan bentuk kelas
2)      Bentuk serta ukuran meja anak didik
3)      Jumlah anak didik dalam kelas
4)      Jumlah anak didik dalam setiap kelompok
5)      Jumlah kelompok dalam kelas
6)    Komposisi anak didik (seeprti anak didik yang pandai dengan anak didik yang kurang pandai, pria dengan wanita)

Bagi seorang guru sangat berperan penting memiliki kemampuan menciptakan kondisi belajar mengajar yang baik dan untuk mencapai tingkat yang optimal dalam kegiatan pembelajaran kemampuan pengelolaan kelas merupakan salah satu faktor yang harus dikuasai guru. Purnomo mengemukakan pendapatnya bahwa kelas merupakan ruangan belajar (lingkungan fisik) dan rombongan belajar (lingkungan emosional).
Lingkungan fisik meliputi :
1)       Ruangan
2)       Keindahan kelas
3)      Pengaturan tempat duduk
4)      Pengaturan sarana serta alat pengajaran
5)      Fentilasi dan pengaturan cahaya

Lingkungan sosio emosional meliputi :
1)      Tipe kepemimpinan guru
2)      Suara guru
3)      Sikap guru
4)      Pembinaan hubungan yang baik

Adapun tujuan pengaturan atau pengelolaan kelas adalah menyediakan, menciptakan dan memelihara kondisi yang optimal didalam kelas sehingga siswa dapat belajar dan bekerja dengan baik. Selain itu guru juga dapat mengembangkan dan menggunakan alat bantu belajar yang digunakan dalam proses belajar mengajar sehingga dapat membantu siswa dalam mencapai hasil belajar yang diinginkan.

     B.     Penataan Lingkungan Belajar
Pembelajaran aktif, kreatif, dan efektif merupakan pembelajaran yang tidak hanya terpaku menggunakan satu pendekatan saja, tetapi dengan menggunakan berbagai macam pendekatan. Aktif yang dimaksudkan disini adalah dimana siswa belajar dalam situasi yang memungkinkan potensinya dapat dikembangkan untuk berproses dan menghasilkan karya. Kreatif yaitu adanya karya yang memiliki tujuan yang sama tetapi dengan bentuk kreasi yang berbeda antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya. Efektif maksudnya adalah pembelajaran yang mendorong aktivitas dan kreatifitas siwa untuk mencapai suatu tujuan.
Dari penjelasan diatas dapat dilihat bahwa salah satu faktor penting yang menentukan hasil belajar adalah lingkungan belajar. Lingkungan belajar merupakan segala sesuatu yang ada disekitar siswa. Lingkungan belajar tersebut dapat bersifat fisik, misalnya ruang kelas, kebersihan kelas serta sarana dan prasarana lainnya. Lingkungan kelas juga dapat bersifat non fisik, misalnya interaksi, ketenangan, dan kenyamanan. Adapun cara mengatur lingkungan fisik yang kondusif untuk siswa :
1)      Pengaturan ruang kelas supaya lebih nyaman. Ruang kelas harus memiliki jendela dan fentilasi yang cukup sehingga terjadi pergantian udara secara bebas.        
2)      Pengaturan dan penataan terhadap Alat peraga dan sumber belajar        
3)      Melakukan pengaturan terhadap kegiatan menjaga kebersihan kelas
4)      Pengaturan kreatifitas dinding kelas agar tercipta keindahan dikelas
5)      Pajangan kelas
6)      Sudut baca/perpustakaan
7)      Menghindari kebisingan
8)      Sediakan tempat bersosialisasi

Cara mengatur lingkungan non fisik sebagai berikut :
1)      Interaksi siswa dengan guru serta siswa dengan siswa lainnya
2)      Membuat aturan, tata tertib, etika yang disepakati oleh semua siswa
3)      Kenyamanan kelas sebagai tanggung jawab bersama
4)      Menyeimbangkan pujian dan kritik
5)      Membangun energi kelas
6)      Disiplin kelas
7)      Refleksi

2) Organisasi Kelas
A. Pengertian organisasi kelas
        Organisasi secara umum dapat diartikan memberi struktur atau susunan yakni dalam penyusunan penempatan orang-orang dalam suatu kelompok kerja sama, dengan maksud menempatkan hubungan antara orang-orang dalam kewajiban-kewajiban, hak-hak dan tanggung jawab masing-masing. Mengorganisasi adalah pekerjaan yang dilakukan seorang guru dalam mengatur dan menggunakan sumber belajar, dengan maksud mencapai tujuan belajar dengan cara yang efektif, efesien dan sehemat mungkin.
        Dengan begitu melatarbelakangi terbentuknya Organisasi kelas yang merupakan wujud dari cara guru mengorganisasi kelas. Organisasi kelas merupakan bentuk pembagian tanggung jawab secara horizontal oleh guru terhadap siswanya di kelas kepada perwakilan  yang telah di beri tanggung jawab dan kepercayaan untuk mengurus kelas oleh teman-teman sekelasnya dan saling berkoordinasi. 
Organisasi kelas ada untuk dapat meciptakan kegiatan sebagai berikut:
1)     Setiap murid dilibatkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kelas, guru hanya sekedar memberi petunjuk dan bimbingan agar program atau kegiatannya sejalan dengan kurikulum.
2)      Murid diberi kesempatan dalam pembagian tugas-tugas untuk kepentingan kelas.
3)    Bila guru atau wali kelas berhalangan, bagi dan serahkanlah kepercayaan berupa tanggung jawab mengatur rumah tangga dan disiplin kealas diantar murid.
4)   Motivasi agar setiap murid selalu bersedia mengatur kelasnya melalui kegiatan rutin, misalnya membersihkan kelas, papan tulis dan lain-lain.
5)        Kembangkanlah kesediaan bekerjasama dalam setiap kegiatan.
6)     Susunlah bersama murid tata tertib dan disiplin kelas serta bentuklah pengurus kelas yang bekerja selama 1 tahun ajaran.

7)      Doronglah agar murid secara terus menerus ikut memikirkan kegiatan kelas dan berani mengusulkannya untuk dilaksanakan bersama didalam atau diluar kelas.

           Organisasi kelas mengharapkan kegiatan ini berjalan dengan baik karena Murid sebagai unsur kelas memiliki perasaan kebersamaan (Sense Of kolektive) merupakan kondisi yang sangat penting artinya bagi terciptanya kelas yang dinamis. Oleh karena itu, setiap murid harus memiliki perasaan diterima (Sense of membershif) terhadap kelasnya agar mampu ikut serta dalam kegiatan kelas. Perasaan inilah yang akan menumbuhkan rasa tanggung jawab (Sense of respsibility) terhadap kelasnya. Sikap ini akan tumbuh dengan baik apabila dilakukan kegiatan diatas dalam pengorganisasian kelas.

B.  Bentuk Organisasi Kelas
       Bentuk Organisasi kelas ini dapat di sesuaikan berdasarkan keinginan dan kesepakatan kelas tersebut namun secara umum kita dapat mengetahui yaitu:
1)      Guru , sebagai wali kelas
2)      Ketua Kelas
3)      Wakil Kelas
4)      Seketaris Kelas
5)      Bendahara Kelas

       Masing-masing yang menjabat menjadi pengurus kelas tersebut memiliki kewajiban da tanggungjawab  yang telang di percayakan anggota kelas lainya kepada mereka sebagai yang terpilih. Organisasi kelas tersebut saling berkoordinasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif secara vertikal.

3) Aturan-aturan Kelas
                 Peraturan dan tatatertib merupakan sesuatu untuk mengatur perilaku yang diharapkan terjadi pada diri siswa. Peraturan merujuk pada patokan atau standar yang sifatnya umum yang harus dipenuhi siswa. Banyak peraturan berbeda yang dimungkinkan, tetapi sekumpulan peraturan yang terdiri dari empat hingga delapan peraturan seharusnya memadai untuk mencakuk peraturan-peraturan yang paling penting. Berikut ini merupakan empat peraturan umum yang meliputi perilaku di ruang kelas:
1)      Hormati dan bersikap sopan kepada semua orang.
2)      Bergegas dan bersiap-siaplah untuk pembelajaran dikelas.
3)      Simaklah dengan seksama sementara guru ataupun siswa lainnya sedang bicara.
4)      Patuhi seluruh peraturan sekolah.

          Peraturan-peraturan tersebut atau yang serupa sering di temukan di ruang kelas yang di kelola dengan baik, walaupun peraturan tersebut sebaiknya tidak di anggap sebagai daftar yang mutlak. Mungkin guru memutuskan membuat peraturan lain (seperti: peraturan yang melarang perilaku spesifik) atau kalimat yang berbeda, mereka lebih suka membuat lebih banyak peraturan dengan perincian lebih besar.
          Guru dapat melibakan para siswa dalam pembahasan mengenai peraturan kelas dengan meminta saran dari mereka dan meminta mereka menyebutkan spesifik yang sebaiknya dilkukan setiap orang untuk menciptakan iklim yang bagus bagi pembelajaran, yaiu ikim dimana para siswa merasa nyaman untuk turut serta. Para siswa mungkin secara sukarela mengajukan saran dan Guru merangkum pendapat-pendapat tersebut dalam satu panduan umum.
          Partisipasi siswa dalam diskusi seperti itu sangat menguntungkan karena diskusi itu memperlihatkan alasan di balik panduan tersebut dan penerimaannya. Pembuatan peraturan juga dapat diikuti oleh permainan peran dari setiap peraturan yang di buat, permaina peran sangat penting bagi pemahaman para siswa mengenai peraturab tersebut.
Seorang guru yang membuat peraturan dan prosedur yang masuk akal, yang menyediakan sebuah alasan yang dapat dimengerti bagi peraturan tersebut, dan yang menegakkan peraturan tersebut secara konsisten akan mendapati bahwa sebagian besar siswa akan dengan senag hati mematuhi peraturan tersebut.

Tips Menggunakan Flipchart


Menggunakan Flipchart sangat mudah seperti berikut :
1)  Mempersiapkan diri
      Jadi hal pertama yang harus dipersiapkan untuk menggunakan Flipchart adalah kesiapan diri  untuk menampilkan penampilan yang menarik.

2)  Penempatan yang baik
     Penempatan Media flipchart di ruang kelas mempengaruhi suasana belajar dan ke efektifan penggunaan media.

3)  Pengaturan siswa
      Selain itu siswa harus di atur, agar posisi siswa untuk melihat media pembelajaran tepat dan optimal.

4)  Perkenalan Pokok materi
      Hal Pertama yang dilakukan adalah memperkenalkan terlebih dahulu pokok pokok materi yang akan dipelajari, agar tergambar arah pembelajaran. 

5)  Sajian gambar
     Lengkapi pokok materi dengan sajian gambar menarik dan mewakili materi yang ingin disampaikan

6)  Beri kesempatan siswa untuk bertanya
     disela-sela menjelaskan akan ebih baik berikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya.

7)  Menyimpulkan materi

Cara Membuat Media Pembelajaran Flipchart


          
Flipchart

Flipchart adalah lembaran-lembaran kertas yang disatukan menggunakan benda khusus (Penjepit, spiral) sehingga menyerupai album atau kalender.Lembaran-lembaran kertas inilah yang akan diisi dengan informasi-informasi atau pesan-pesan baik berupa gambar maupun simbol-simbol yang dicantumkan dalam bentuk visual.
Flipchart hanya cocok untuk pembelajaran kelompok kecil yaitu 30 orang. Sedangan flipbook untuk 4-5 orang, flipchart merupakan salah satu media cetakan yang sangat sederhana dan efektif. Penggunaan flipchart merupakan salah satu cara guru dalam menghemat waktunya untuk menulis dipapan tulis. Penyajian informasi dapat berupa gambar-gambar, huruf-huruf, diagram, dan angka-angka.
   Cara membuat Flipchart :
1)   Tentukan tujuan pembelajaran
Tujuan perlu dirumuskan lebih khusus apakah tujuan bersifat penguasaan kognitif, penguasaan keterampilan tertentu atau tujuan untuk penanaman sikap.
2)   Menentukan bentuk flipchart
Flipchart terbagi dalam dua sajian, pertama flipchart yang hanya berisi lembaran-lembaran kertas kosong yang siap di isi pesan pembelajaran. Kedua, Flipchart yang berisi pesan-pesan pembelajaran yang telah disiapkan sebelumnya yang isinya bisa berupa gambar, teks, grafik, bagan dan lain-lain. Berdasarkan tujuan yang telah kita tentukan maka pilih bentuk flipchart mana yang akan di buat atau disiapkan.

3)   Mebuat ringkasan materi
Media flipchart tidak berbentuk uraian panjang, namun dalam buku teks hanya di ambil pokok-pokoknya saja. Setiap pokok bahasan diseleksi mana yang menjadi materi yang perlu disiapkan.
4)    Merancang draf kasar  ( Sketsa ).
Draf kasar yang di maksud adalah sketsa yang langsung dibuatkan di lembaran-lembaran kertas flipchart menggunakan pensil yang dapat dihapus jika sudah selesai dibuat.

5)   Memilih warna yang sesuai
Salah satu upaya adalah menggunakan warna yang bervariatif. Flipchart yang hanya menggunakan satu warna kurang menarik bagi siswa sekolah dasar. Siswa SD cenderung menyukai tampilan media yang berwarna-warni. Warna juga akan membantu memfokuskan perhatian siswa pada materi.

6)   Menentukan ukuran dan bentuk huruf yang sesuai
Agar mudah di baca dalam jarak yang cukup jauh misalnya 10 meter dalam ruangan kelas sebaiknya gunakan huruf flipchart yang besar. Gunakan bentuk huruf Arial, Verdona dan Eras bold ITC. Bentuk huruf cenderung simpel namun mudah untuk di baca dengan cepat walaupun dengan jarak yang jauh.





Kamis, 21 Mei 2020

Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan bagi Mahasiswa


Pendidikan Kewarganegaraan ini sangat penting bagi mahasiswa karena dengan pendidikan kewarga Negaraan yang mengutamakan pendidikan karakter mahasiswa yang meliputi :  wawasan dan kesadaran bernegara, sikap dan prilaku yang cinta tanah air dan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa demi tetap utuh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mahasiswa sebagai calon cendikiawan dan generasi penerus, diharapkan akan mampu mengantisipasi hari depan mereka yang senantiasa berubah. Karena pada dasarnya masa depan bangsa ini ada ditangan mereka generasi muda. Karena itu pendidikan kewarga negaraan itu sangat penting bagi mahasiswa karena dengan belajar PKN mahasiswa dapat paham apa sebenarnya yang mati-matian di pertahankan dan diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa dan nilai-nilai apa yang sebenarnya harus tertanam dalam diri paramahasiswa agar kelak menjadi sosok pemimpin bangsa yang mampu memajukan negara ini dan menyejahterkan rakyatnya.

Dalam arus globalisasi seperti saat ini rakyat indonesia mengalami krisis terhadap struktur dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, yang akhirnya akan mempengaruhi pola pikir, sikap, tindakan, serta kondisi mental spiritual bangsa Indonesia karena itu hadirlah Pendidikan Kewarga Negaraan untuk mendidik masyarakat indonesia menjadi siap untuk menghadapi yang namanya globalisasi dan tetap memegang teguh nilai-nilai pancasila yang menjadi dasar dan ideologi negara indonesia. Peran mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang akan mengemban tanggung jawab besar ini adalah dengan mengenyam pendidikan kewaga negaraan dan memahami serta memaknai pembelajaran tersebut sehingga mampu mengimplementasikan di kehidupan sehari-hari dan tentunya kehidupan bermasyarakat, karena mahasiswa pada dasarnya akan terjun langsung kelingkungan masyarakat. Jadi pendidikan kewarga negaraan sangat penting untuk mahasiswa karena pendidikan kewarga negaraan tersebut mendidik mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa ini dan menanamkan nilai-nilai luhur dari dasar dan ideologi negara sehingga mahasiswa ini siap terjun dilingkungan masyarakat mengimplementasikan ilmu yang dia peroleh di masyarakat dan mampu membawa perubahan terhadap kehidupan dimasyarakat menjadi lebih maju dan paham akan nilai-nilai dasar dan ideologi negara. Dengan pemahaman terhadap nilai-nilai itulah mahasiswwa sebagai generasi penerus banga mampu memajukan bangsa Indonesia ini.

Selasa, 19 Mei 2020

Dunia Pendidikan dan Masalah di Lingkup Pendidikan


A. Masalah Kualitas Pendidikan
Indonesia merupakan negara berkembang termasuk dari segi pendidikan sebagai negara berkembang indonesia mengalami masalah kualitas pendidikan yang terbagi menjadi 2 yaitu internal dan eksternal, diantaranya
1.      Masalah kualitas pendidikan secara internal
-            Kualitas pendidik yang kurang sesuai dengan standarnya
-             Kurangnya pemahaman pendidik terhadap kode etik
-   Kurangnya kemampuan peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan oleh pendidik
-   Kurangnya sarana dan prasarana sekolah untuk menunjang proses belajar mengajar
-   Lingkungan masyarakat yang kurang mendukung berjalannya proses pendidikan di suatu lembaga pendidikan
-     Kurangnya perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil.
2.      Masalah kualitas pendidikan secara eksternal
-          Pengaruh pergaulan yang kurang baik dari lingkungan yang kurang baik pula
-   Seorang pendidik membawa masalah pribadinya saat proses pendidikan, seperti:menangkat telfon pribadi disaat proses beajar mengajar
-          Tempat dan tata ruang suatu lembaga pendidikan itu tidak strategis
-      Kurangnya pemerataan dana yang diberikan terhadap  sekolah-sekolah yang ada di seluruh indonesia.

B. Masalah Yang Dihadapi & Dialami Pendidik
Seorang pendidik memiliki yang namanya kode etik yang mengatur setiap tindakan yang akan dilakukannya baik dalam lingkungan pendidikan maupun di luar lingkungan pendidikan.
Penerapan kode etik pendidik tersebut mengalami masalah-masalah baik internal maupun eksternal dalam proses belajar mengajar.
1.      Masalah Internal
-          Kurangnya pemahaman pendidik terhadap kode etiknya sebagai seorang pendidik
-          Keinginan seorang pendidik untuk mengajar itu kurang sehingga seorang pendidik itu tidak siap dalam menyampaikan materi dan berdampak pada proses belajar mengajar
-                    Seorang pendidik tidak mampu memahami karakter peserta didiknya
-     Kemampuan berkomunikasi seorang pendidik yang kurang sehingga penyampaian materi tidak sampai/tidak sesuai dengan apa yang di inginkan oleh peserta didik
-          Seorang guru yang memiliki sifat matrealistis sehingga selalu mencari keuntungan dan mengenyampingkan kewajibannya sebagai seorang pendidik
-        Niat memilih profesi menjadi seorang guru dilatar belakangi karena keterpaksaan, ikut-ikutan teman, ingin memenuhi keinginan orang tua dan karena gengsi. Contohnya: di indonesia masuk sekolah keguruan masih tergolong sangat mudah, hal ini menyebabkan banyak orang yang menjadikan sekolah keguruan sebagai pelarian setelah gagal dari jurusan yang dia minati.
-          Seorang pendidik yang kurang sehat secara jasmani dan rohani sehingga kurang bertanggung jawab terhadap pfrofesinya
2.      Masalah Eksternal
-          Pendidik dibebani oleh tanggung jawab tambahan seperti membuat program tahunan, semester, membuat silabus, menentukan metode pembelajarn, membuat laporan penilaian dll.
-          Tidak adanya pengahargaan baik dari lembaga pendidikan maupun pemerintah terhadap prestasi seorang guru
-         Pengajaran seorang pendidik tidak sesuai dengan ilmu yang telah dipelajarinya seperti: seorang guru matematika ditugaskan oleh sekolah untuk mengajar sejarah karena kuantitas guru matematika yang telah penuh di sekolah tersebut.
-     Kurangnya sosialisasi seorang pendidik dengan pendidik lainnya maupun dengan peserta didiknya.
-          Alat pendukung dan media yang dibutuhkan seorang pendidik dalam mengajar tidak memadai
-   Lingkungan tempat berjalannya pendidikan tidak sesuai dengan metode pembelajaran yang akan disampaiakan.

C. Solusi
Dari permasalahan-permasalahan mengenai kualitas pendidikan, kita membutuhkan solusi untuk memecahkan maslah tersebut, diantaranya:
-             Pemerintah harus lebih mengutamakan pendidikan.
-        Pemerintah harus melakukan pemerataan pembangunan dan pengembangan pendidikan.
-          Pemerintah harus memfasilitasi setiap komponen dari pendidikan, seperti: guru, peserta didik dan lembaga pendidikan.
-          Pemerintah harus meningkatkan kesejahteraan pendidik.
-   Pemerintah harus menerapkan kurikulum yang sesuai dan tidak membingungkan.
-              Lembaga pendidikan harus mengontrol kinerja seorang pendidik.
-          Lembaga pendidikan harus memberi fasilitas yang cukup untuk mendukung proses belajar mengajar.
-          Lembaga pendidikan seharusnya tidak membebani seorang pendidik dengan tanggung jawab tambahan.

Solusi untuk permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan dialami pendidik, diantaranya sebagai berikut:
-          Seorang pendidik harus lebih memahami kode etiknya sebagai seorang pendidik.
-          Seorang pendidik harus meluruskan niatnya dan bersungguh-sungguh menjadi pendidik yang baik dan benar.
-          Seorang pendidik harus menjadi lebih profesional dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya.
-          Seorang pendidik harusnya mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan.
-          Seorang pendidik harus respek terhadap peserta didiknya.
-          Seorang pendidik harus mampu memahami peserta didiknya.
-          Seorang pendidik harus pandai menggunakan dan mengoperasikan media dalam PBM.

D. Masalah Pra Sarana Pendidikan.
Jalannya pendidikan tidak terlepas dari sarana dan pra sarana pendidikan. Adapun pra sarana pendidikan yaitu: lokasi/tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, uang/dana, dsb.
Dalam pemenuhan seluruh aspek pra sarana tersebut, tentu diperlukan masalah pra sarana. Masalah pra sarana tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Lokasi pendidikan yang tidak strategis. Contohnya dekat dengan pemukiman penduduk.
2.      Bangunan lembaga pendidikan yang kurang efisien sehingga banyak terjadi permasalahan akses menuju tempat mengajar.
3.      Lapangan olahraga yang kurang sesuai dengan standar pendidikan.
4.  Dana yang masih kurang memadai, baik untuk pembangunan maupun kegiatan yang dilaksanakan untuk proses pendidikan.

E. Solusi untuk masalah pra sarana pendidikan.
1.      Menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar untuk dapat mendukung terciptanya suasana pendidikan yang efektif dan efisien.
2.   Setiap komponen pendidikan bersama-sama menjaga bangunan lembaga pendidikan tersebut serta untuk pembangunan selanjutnya lebih diutamakan keefisienan dan kefektifitasan kegunannya.
3.    Setiap komponen pendidikan bersama-sama menjaga lapangan olahraga yang ada dan berpatisipasi  dalam usaha merenovasi lapangan olahraga menjadi yang lebih memenuhi standar.
4.      Lembaga pendidikan harus lebih giat dalam mencari dana baik dari pemerintah dan non-pemerintah.

F. Relevansi Kurikulum Pendidikan
1.      Pengertian Relevansi
Relevansi atau relevan memiliki arti kedekatan hubungan dengan apa yang terjadi. Apabila dikaitkan dengan pendidikan berarti mempunyai kesesuaian antara program pendidikan dengan tuntunan kehidupan masyarakat.
2.      Hubungan kurikulum dengan tuntutan masyarakat
Dalam kurikulum 2013 atau kurikulum yang kita pakai sekarang dijelaskan mengenai refolusi mental, diantaranya:
a.       Siswa harus lebih aktif dalam pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator.
b.   Siswa dituntut untuk bermental baja dimana mampu tampil di depan umum dan menerima kritikan.
c.  Siswa harus bisa percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya sendiri didepan umum.
d. Siswa dituntut mampu mengembangkan materi pembelajaran yang diberikan kepadanya.
e.      Siswa ditutntut berfikir kritis dalam setiap pembelajaran.

Hubungan dengan tuntutan masyarakat yaitu:
a. Dalam masyarakat dibutuhkan seseorang yang berwawasan luas dan mampu bersosialisasi dengan masyarakat.
b.     Mampu mengatasi perrmasalahan yang terjadi di dalam masyarakat dengan bijaksana.
c.      Mampu berpartisipasi dan berperan penting dalam suatu organisasi dalam masyarakat.
d.   Mampu mengembangkan sesuatu yang bermanfaat sehingga masyarakat tertarik dan ingin mempelajarinya.
e.    Mampu untuk memberikan inovasi baru dalam pengembangan pembangunan maupun pemerintahan di masyarakat serta menyelesaikan permasalahan secara cepat dan efektif.

Dari uraian di atas dapat kita ketahui bahwa relevansi kurikulum telah terjadi dengan cukup baik, hanya saja praktik dalam proses pencapaian kompetensi kurikulum tersebut yang menjadi tuntutan masyarakat masih kurang efektif dikarenakan adanya masalah kualitas, pendidik dan pra sarana pendidikan.